Konsep Menanam Padi Ditengah Hujan, Tim Kreatif Puan Maharani Bukan Maen !!!
Oleh : Aan Robi Azis
| (Gambar by Arus Mahakam) |
Puan Maharani kian makin menohok, dekat dengan rakyat. Menerobos hujan
dan menanam padi di sawah demi dekat dengan petani. Dibaliknya ada tim kreatif
yang warbyasah dalam konsep mencitrakannya
Sebagai pejabat publik,
sudah barang tentu bertemu dengan masyarakat menjadi suatu kewajiban. Mengetahui
kondisi dan situasi masyarakatnya bukti kepedulian seorang pejabat Negara. Dan itu
coba dilaksanakan oleh Puan Maharani. Tidak hanya sekedar bertemu dengan
masyarakat, Puan juga ikut menanam padi bersama petani saat berkunjung ke
Sendangmulyo, Sleman, Yogyakarta Kamis (11/11/2021) . Disaat kondisi hujan,siapa
yang menyangka bukan ? ide yang luar biasa
Puan Maharani menunjukkan sosok
yang begitu merakyat. Sangking merakyatnya beliau ini mau mengajarkan arti
kegigihan kepada para petani. Itu terlihat dari diterobosnya hujan untuk menemani petani menanam padi di sawah. Tanpa
kenal takut dengan akan adanya cuaca yang seketika berubah menjadi ancaman. Seperti
petir, angin puting beliung atau sengatan lintah karena ini dilakukan saat
tengah hujan ditengah sawah. Betapa sosok yang sangat jadi panutan
Setelah beberapa saat kegiatan
ini selesai, Mbak Puan dan tim kreatifnya menpublish kegiatan ini kelaman medianya. Anehnya, sikap gigih dan ide
luar biasa ini justru mendapat sambutan miring dari netizen. Salah satunya dari
mantan Menteri Kelautan kita Ibu Susi Pudjiastuti juga ikut mengomentarinya. Berikut
juga saya sertakan komentar dari beliau
| (Gambar by twitter.com) |
Saya cuman berpesan, “Ibu Susi tolong ya jangan menggurui Mbak Puan !” Mbak Puan ini orang nomor satu di Senayan loh !, Ibu Susi tau Senayan kan ? Iya itu tempatnya orang orang tidur siang, waktu sidang rakyat sering mbolos, hobi membuat Undang undang (UU) bermasalah tapi gaji dan tunjangannya gede, asli gede banget bisa buat jalan jalan ke luar negeri. Makanya tolong Bu Susi lebih bijak dalam berkomentar, apalagi kepada Nyonya Ratu Puan Maharani, kalau tidak Bu Susi mau ditenggelamkan ?
Dilansir dari twitter.com postingan Mbak Puan ini
postingan ini di-retweet lebih dari
limaribu kali dan seribu lebih kutipan. Tanda bahwa antusias netizen untuk ikut
partisipasi sangat tinggi terhadap postingan ini. Tentunya ini adalah hasil
kerja keras tim kreatif Puan Maharani. Namun sayang seribu sayang, bak api jauh
dari panggang. Justru komentar netizen berbanding terbalik dibanding harapan
cintra Mbak Puan yang diinginkan semakin baik dimata publik
Saya sebagai salah satu netizen
yang juga doyan nyinyir terhadap hal beginian. Mencoba memberikan masukan
kepada tim kreatif Puan Maharani. Demi mengangkat nama beliau lebih mengudara
dan mengepakkan sayap lebih tinggi lagi. Kita tau bahwa menjadi tim kreatif
tidak mudah apalagi mencitrakan seseorang demi citra publik. Tetapi konsep luar
biasa menanam padi ditengah hujan selain cadas dan luar biasa juga terkesan
memaksa !
Terlalu berlebihan mencitrakan
Mbak Puan apalagi harus turun kesawah ditengah hujan dengan berbagai resiko. Masih
banyak loh cara mencitrakan Mbak Puan ini. Sebenarnya Puan Maharani tanpa
dicitrakan secara berlebihan beliau sudah bisa dikategorikan sosok yang keren
loh. Beliau adalah tokoh perempuan dibidang politik yang sangat inspiratif
(bagi yang terinspirasi). Cucu founding
father dan proklamator kita Ir. Soekrano, juga anak mantan presiden Republik Indonesia yaitu Megawati
Sudah cukup jadi bekal bagi Mbak
Puan untuk sekedar personal branding dirinya.
Tidak perlu aneh aneh apalagi memaksa sampai berlebihan. Coba misalkan saya nih
dijadikan tim kreatif Mbak Puan, konsep konsep kampungan dan norak seperti itu
pasti saya coret. Bagamaina tidak, saya juga kalau misal nih diangkat jadi tim
kreatifnya tidak maulah hujan hujanan ketengah sawah. Takut ada petir yang
iseng menyambar ! Nih saya tawarkan konsep semoga terdengar langsung ketelinga
Mbak Puan. Bismillah !
Pertama, membuat kegiatan bertemu
konstituen dimana dapil Mbak Puan terpilih kemudian membuat kegiatan yaitu masak
besar bersama kader PKK, dan Gerbangmas. Nah ini kan lebih mendapat respon
empati dari kalangan perempuan apalagi emak
emak. Satu sisi dia juga seorang figur perempuan (tidak tau figurnya siapa
juga). Secara vibes ngena,
bersosialisasi secara langsung dengan masyarakat. Terumata problem sosial yang
dialami kader PKK dan Gerbangmas beserta pasukan emak emak tersebut
Kedua, mengadakan even kejuaraan
lomba layang layang anak anak tingkat nasional bertajuk Puan Maharani CUP. Loh jangan
salah, secara tersirat ini akan berdampak pada anak anak loh. Mengajarkan anak
anak pada permainan dijamannya daripada harus main gadget mulu. Mempromosikan wisata setempat kan ? Daripada memaksa harus menanam padi ditengah sawah kala hujan. Kakek Nenek saya kalau
hujan pasti pulang dari sawah. Kalau kakek nenek saya tau pasti dibilangin
norak mereka ini
Masak sih dari sekian tim kreatif
Puan Maharani tidak ada konsep lain selain begitu. Atau memang sudah mentok ?
Masyarakat kita sekarang sudah mulai melek. Jadi mencitrakan seseorang dengan
akal bulus, norak bin katro seperti itu tidak laku dipasaran. Apalagi untuk
kepentingan politik, demi mengangkat skala angka elektoral demi kancah politik
kedepan. Masyarakat kita sudah tidak mempan dijejali konsumsi mencitrakan
seperti itu
Masyarakat kita membutuhkan ide
yang relevan dan modern hari ini. Mbok ya
kalau mau mencitrakan itu yang masuk akal dikit. Kan kasian, dampaknya Mbak
Puan jadi bulan-bulanan netizen kita. Kalau sampai elektabilitas Mbak Puan
jatuh merosot karena hal gak masuk akal seperti ini siapa yang mau bertanggung
jawab ? Gak dipecat dari tim kreatif juga beruntung kalian itu. Coba sharing
sharing konsep mencintrakan seseorang itu dari gamers, yutuber tanah air deh biar maknyusss, ashiapppp !
Begini deh, saya tidak keberatan
apabila memang diperlukan jadi bagian tim kreatif Mbak Puan. Apalagi beliau
calon pemimpin bangsa toh, iya bangsa siapa juga. Saya sedia dua puluh empat
jam untuk dihubungi dan taken kontrak. Bismillah creator Mbak Puan !, “kepakkan sayap sayap patahmu” salah
nding ini lirik lagunya Kangen Band !
Comments
Post a Comment