Jangan Pisahkan MU Dengan Ole, Jika Ingin Dunia Tetap Baik Baik Saja !
Oleh : Aan Robi Azis
| (Gambar by Pinterest) |
Bicara Manchester United dan Ole Gunnar Solskjaer selalu menyuguhkan
nuansa yang gurih, dan renyah bagi pecinta bola seluruh alam semesta. Termasuk tulisan
ini, ada beberapa alasan MU dan Ole tak boleh dipisahkan (dalam sudut pandang
kacamata fans Arsenal)
Klub medioker asal Inggris (Ralat
!, bekas klub hebat) yaitu Manchester United sangat sulit keluar dari
pesakitannya sendiri. Terakhir dalam derby kota Manchester, MU harus menyerah
0-2 atas Manchester City di Old Trafford. Hasil ini kembali memperpanjang hasil
minor bermain di kandang setelah dua pekan sebelumnya ditempat yang sama MU
dilibas habis Liverpool 0-5 dan menjatuhkan marwah dan martabat The Teatre Of Dreams yang dikenal sangat
angker bagi tim tamu manapun yang bertanding disana dalam beberapa medio
terakhir
Bagaimana tidak, kalau kita jeli
melihat permainan MU musim ini seperti tanpa pola. Skema permainan yang abstrak
nan absurd. Atau begini bahasa kerennya, strategi (umpan dan kasih ke Ronaldo
saja). Diperparah dengan kebijakan sang pelatih, tuan Ole Gunnar yang selalu
menimbulkan keheranan dalam menurunkan susunan pemainnya alias lineup dalam tiap pertandingan. Atas alasan
dan landasan teori darimana, Ole menurunkan seorang Fred dalam laga penting MU.
Menyedihkan sekali melihat Fred bermain bersama rekan rekannya, membuat rekan
rekannya sedih maksutnya
Kita rasa ini adalah puzzle yang belum bisa dipecahkan oleh
Ole Gunnar Solskjaer. Belum menemukan formula terbaik bagi permainan tim. Tetapi
beliau sudah melatih MU semenjak 2017, bukan dua hari yang lalu. Meskipun dalam
kurun waktu sampai saat ini melatih, beliau masih belum mempersembahkan satupun
tropi bagi United. Sekalipun hanya sekedar piala liga, atau carabao cup tak
sebijipun dipetik. Muluk muluk mau bawa pulang piala primer Inggris kan ? Ya
darimana coba ?. Atau empat tahun beliau
menukangi United selama ini sedang dalam keadaan tidak sadar, siapa yang tahu !
MU dan Ole, Kisah Heroik Dunia Abad Ini
Cadas bukan ? Ole Gunnar Solskjaer
adalah mantan pemain kawakan MU yang sudah banyak memberikan gelar untuk
United. Hal paling heroik dalam sejarah tim ialah saat final liga champions
1999, Ole mencetak gol penentu kemenangan yang sangat dramatis dimenit menit
akhri. Membuat MU mampu come back
atas Bayern Muenchen dan memberikan Treble
Winner untuk United musim itu. Bagi fans MU diseluruh dunia siapa yang
tidak mengelu-elukan namanya pada saat itu. Dunia ikut bersorak merayakan
golnya dan gelar liga champions untuk MU. Dan gelar gelar yang lain bagi United
Bukan berarti kegemilangan
sejarah menjadi jurus untuk memafhumkan Ole terhadap keterpurukan MU hari ini. Tetapi
begini loh, kemesraan Ole dan MU ini sudah terjalin begitu lamanya. Jadi tidak
mungkin bagi Ole tidak bersungguh sungguh dalam bekerja melatih MU. Apalagi menunggangi
klub yang memiliki jutaan fans didunia saat ini. Namun memang tidak mudah
mengembalikan filosofi United yang dibawa oleh Ferguson atau memang berat bagi
Ole mengemban tugas bersama klub mahsyur (pernah keren) titisan Sir Alex. Bagaimanapun
kita tetap harus yakin bahwa Ole tetap All
Out bersama MU detik ini
Pengaruh MU dan Ole Terhadap Wajah Dunia Hari Ini
Kekalahan demi kekalahan yang
dialami United membuat terpukul para fans MU apalagi (Red Army garis keras). Belum kekalahan yang dialami di kandang
sendiri, melawan rival abadi dan sekota apalagi, lengkap !. Namun dibalik semua
itu, membuat riset kecil kecilan ini ya. Justru kekalahan dan prestasi United
jadi berkah sendiri bagi dunia. Contoh : banyak jobs untuk roasting MU dalam
beberapa media termasuk tulisan ini, membuat orang tertawa dan melupakan
permasalahan hidupnya termasuk utang utangnya saat menonton Emyu bermain, bagi
para pemalas menjadi bersemangat dihari senin setelah semalam puas menonton
jokes sepakbola tentang MU. Mulia sekali bukan ?
Bukan cuman itu sih, terlalu
sarkas jika menyebut Emyu atau MU sebagai konteks lelucon bagi semua orang. Klub
besar ini loh !, fansnya memenuhi seantero dunia kecuali bagi bocil game tembak
tembakan pake skin ga masuk akal. Kalau kita
ingin berpikir positif, sebenernya mereka (MU dan Ole) ingin memberikan pesan
kepada seluruh penjuru dunia. Hanya saja tidak pernah kita tangkap dengan
perasaan atau kita yang tidak bisa bertabayyun
kepada MU dan Ole. Ole mencoba menjadi figur perdamaian, kebahagiaan, tidak
sombong. Ga percaya, nih nih !
Kekalahan United di Old Trafford
melawan City dan dibantai Liverpool dan raut wajah Ole tidak terlalu gusar juga
panik apalagi marah marah. Ini sebenernya kalau saya terjemahkan, Ole ingin
mengatakan kepada dunia bahwa kita harus tetap tenang dalam keadaan apapun. Tertekan
seperti apapun harus tetap dalam kepala dingin. Menjadi manusia yang selalu
bersyukur dan menerima keadaan (nrimo ing
pandum) jangan menjadi manusia yang ambisius. Itu tertampang dalam raut Ole
di pinggir lapangan, ntah dalam keadaan seperti apa pertandingan tersebut. Sedang
menang atau justru dibantai
Ole adalah cermin bentuk
kesetiaan. Desakan fans supaya dirinya mundur sudah mengudara beberapa kali
bahkan dalam beberapa periode sebelumnya. Namun Ole Gunnar ingin memberikan
pengertian kepada kita semua, bahwa mencintai harus dalam keadaan apapun
termasuk dalam keadaan sakit. Lagi, Ole cermin dari tanggung jawab. Beliau bertanggung
jawab atas apa yang beliau lakukan di MU. Tidak ingin melempar keterpurukan MU
saat ini kepada orang lain. Makanya pren, sifat dan sikap seperti itu perlu
kita contoh : berpikir positif, setia dan tanggung jawab. Besok dibantai lagi !
Terakhir, sepertinya Manchester
United ingin memberikan pesan yang sangat mendalam bagi miliaran umat di bumi
kita saat ini. Medio akhir Sembilan puluhan dan awal medio dua ribuan
Manchester United menjadi klub raksasa dan mendominasi eropa. Bahkan siapa sih
yang tak kenal MU, bahkan abang abang cilok SD sering pake jersey MU bertuliskan Giggs atau Carrick saat berjualan. Kegemilangan
United paling tidak dalam 3 windu terakhir menjadikan klub ini sangat mahsyur. Dan
buktinya saat ini masih mahsyur meskipun medioker dimata lawan
Terseok seoknya dan terpuruknya
United menandakan bahwa tidak ada kejayaan yang abadi, roda pasti berputar. Kehidupan
silih berganti, angin utara dan selatan tak selalu menetap. Hidup tak mungkin
berada diatas terus dipenuhi dengan kerakusan ambisi, ada kalanya kita harus
dibawah dan mawas diri. Manchester United adalah cerminan roda kehidupan hari
ini. Kita cermati kembali bahwa MU bukan sekedar klub sepakbola, namun
penerjemah alam. Dan Ole adalah sosok penerjemah itu. Mau jadi apa MU tanpa ole
? dan dunia tanpa MU ? Betul, mereka lambng kebahagiaan bagi siapapun. Jangan pisahkan MU dengan Ole jika masih ingin melihat dunia baik baik saja
Untuk Reds Army, kawal tim kalian kemanapun ! pesan lain yang ingin
disampaikan Gak Emyu Gak Makan !!!
KST PUSAT ๐๐
ReplyDelete