Pasca Aktivis Mahasiswa : Berpolitik Atau Ternak Lele ?
Oleh : Aan Robi Azis
| (Image by Pixabay) |
Siapa yang melewatkan masa masa
kuliahnya dengan berbagai banyak hal yang luar biasa ? terutama sampai menjadikan
role model dalam berkehidupan
kedepan. Apalagi menasbihkan diri menjadi aktivis mahasiswa. Perawat idealisme,
penjaga batasan kemapanan dan ketertindasan, penegak mimbar mimbar keadilan
rakyat. Beserta narasi narasi lain yang melekat pada mahasiswa spesies ini !
Aktivis mahasiswa yang syarat dan
kental dengan kekuatan idealisme, menjadi teropong atas kebijakan penguasa
kepada rakyat, selalu bergerak atas dinamisasi roda jaman (katanya begitu),
pecandu mozaik ilmu dan pengetahuan. Meskipun kerap kali badan akrab dengan bau
kangkung, keramas sebulan sekali dan memakai baju yang itu itu aja. Asal diketahui,
dari situlah karakter dan mental aktivis mahasiswa terbentuk
Meminjam istilah Antonio Gramsci
yang terkenal itu yaitu kredo “Intelektual Organik” yang memberi makna, mereka (kelompok)
yang dengan kesadaran dan pengetahuannya mengambil langkah untuk membangkitkan
kesadaran pelawanan terhadap agenda penguasa. Sebutan ini layak disematkan
kepada para aktivis mahasiswa. Selalu memobilisasi diri untuk kepentingan umat
dengan jalan pemikiran via JALUR POLITIK !!!
Kali ini lebih menarik
pembahasannya ! selain potensi potensi yang disebutkan diawal. Ada potensi yang
ora umum pada mahasiswa kebanyakan
bagi aktivis mahasiswa. Potensi menjadi Politisi !
Bagaimana tidak, aktivitas mereka
tidak pernah lepas dari pelajaran berpolitik. Mengorganisasi kelompok, ikut
pemenangan kontestasi organisasi yang terkenal dengan dinamika tarung bebas
sampai pencak dor-nya. Melakukan advokasi
terhadap kebijakan yang dianggap tidak pro terhadap rakyat. Buah dan cermin
para aktivis mahasiswa melakukan mobilisasi politik dalam aktivitasnya. Ini potensi
besar selain hanya sekedar menjadi agent
of change tapi juga iron stock manusia yang akan memimpin
bangsa dimasa yang akan datang
Sejarah dan waktu membuktikan para
alumnus aktivis mahasiswa yang melambung namanya saat masa ke-aktivisannya
menjadi bagian dari praktisi politik itu sendiri. Sebagai bagian dari contoh, alumnus
“Gerakan Reformasi”. Nama beken seperti Andrian Napitupulu, Budiman Sudjatmiko,
Fahri Hamzah, Fadli Zon sampai Anas Urbaningrum kesemuanya ikut andil langsung
dalam praktek berpolitik. Meneruskan PERJUANGAN DARI DALAM PAGAR !
Yah, meskipun Andrian Napitupulu
gemar tidur dalam sidang rakyat saat dia sudah menjadi Anggota Dewan. Budiman Sudjatmiko menjadi moncong pembenaran
bagi penguasa (rezim). Atau yang paling apes Anas Urbaningrum harus mendekam dibalik
jeruji besi karena kasus Hambalang. Ini bukan progress report ya ! hanya acuan
bagi aktivis yang ingin berpolitik jangan sampai (teruskan sendiri sajalah)
Masih banyak alumni aktivis
mahasiswa yang baik ditataran politik. Kita berani bertaruh bahwa 90% yang
duduk di parlemen diisi para alumni aktivis mahasiswa. Birokrasi sampai bawah
anak lembaganya juga diisi para alumni aktivis. Tidak ada yang salah, yang
salah adalah saat alumni aktivis ini sudah mulai pragmatis dan paradoks dalam memandang
sesuatu apalagi memanfaatkan jabatan politiknya
Eits, selain berpolitik banyak juga
alumni aktivis yang memilih jalan lain. Ntah karena memiliki pandangan dan
frekuensi yang lain atau melanjutkan perjuangannya dengan cara yang lain. Banyak
alumni aktivis yang tak kalah sukses saat memilih jalan menjadi pengusaha,
jurnalis, penulis, akademisi atau juga ternak lele. Setiap orang berhak memilih
jalan hidupnya, tanpa harus melabeli dan memberikan dogma seorang aktivis
mahasiswa harus menjadi ini dan itu. Terlalu sempit, yang penting halal ! dan
tidak merenggut kebebasan dan kenyamanan orang lain. Lebih lebih merugikan
orang lain
Selain ternak lele, ada juga kog
yang ternak nila, ternak kambing juga banyak. Ternak program koleganya mantan
aktivis yang sukses berpolitik tambah banyak
Yang menganggur ? makin banyak (berceceran). Terlalu sempit memaknai dunia aktivis hanya sebatas dunia angan angan intelektual yang penuh dengan literal teks dan tanpa berjalan seiringan bersama konteks ! miskin INOVASI dan tidak KREATIF ! literal itu sih aktivis banget, tapi masa sih harus buat kartu pra kerja pasca lulus kuliah karena kurang ladang (inovasi)
Hidup kadang tak seindah
cocote Karl Marx dan Hegel bruh !!!
Panjang Umur Perjuangan !!!
Mantab reflektif sekali🔥
ReplyDelete