Promosi Joki Skripsi : Mentalitas Yang Tidak Dimiliki Sembarang Mahasiswa !!!

Oleh : Aan Robi Azis

(Image by IDN Times)

(Mahasiswa tingkat akhir selain dikoyak koyak sepi, juga dikoyak koyak skripsi. Solusinya, datang kepada para joki skripsi)

Bagi kebanyakan mahasiswa tingkat akhir, skripsi sebuah barang yang njlimet juga bisa jadi barang mewah. Betapa tidak, hanya karena barang tersebut banyak dari para mahasiswa tingkat akhir sampai kehilangan nafsu makan, kurang tidur, depresi, sampai rasanya ingin mengakhiri hidup dengan gantung diri pada pohon singkong, pusing sampe muntaber. Sebaliknya menyelesaikannya menjadi rasa bangga dan kepuasan diri

Fenomena keblingsatan skripsi menjadikan mahasiswa tingkat akhir lebih praktis dan pragmatis dalam berpikir. Menyuruh orang lain untuk mengerjakan skripsinya dengan imbalan alias (menjoki-kan skripsinya ) meskipun tidak SEMUANYA ! masih banyak mahasiswa tingkat akhir yang menghargai perjuangannya dengan terus ikhtiyar menyelesaikannya sekalipun berhenti dimeja dosbim dengan banyak coretan karena REVISI !

Uniknya, hal ini justru dipandang sebagai ladang basah untuk dijadikan bisnis. Perusahaan jasa (Joki Skripsi). Bahkan dengan gamblang menawarkannya memanfaatkan laman media sosial. Konsep hidup menjadi kaya dengan menjual jasa pengetikan skripsi. Ya, boleh boleh saja asalkan memang benar benar kompeten dalam bidang akademik

Yang membuat jari jari genit saya tak ingin melewatkan fenomena ini untuk ditulis. Sebenernya betapa syurnya ini dilakukan secara terang terangan. Nih, contoh yang sebetulnya penuh asumsi dan spekulatif “Gw ujian skripsi dulu bro, biar cepet selesai. Gw ngejoki, gpp-lah yang penting selesai”. Ada lagi “Mau nggak skripsi elu gw kerjakan ? udah sama temen cukup sejuta aja”. Atau promosi melalui media sosial

Betapa frontalnya praktek ini dilakukan, seperti telanjang !. Bukan permasalahan skripsi sudah selesai dari hasil sendiri, kerja sama ataupun dilimpahkan kepada orang lain. Tapi kenapa harus terang terangan ?. Apa yang dijadikan kebanggaan itu ? maksutnya apa bangganya sesumbar kalau skripsinya hasil jokian dan jadi joki  skripsi ? kalau udah jadi joki skripsi udah keliatan paling pinter dan intelek gitu. Ndilalah ini jadi rentenir (penggadai) intelektual kok bangga begitu sich !!!

Begini brader n sista, kita sebagai bangsa mahasiswa yang kadang kala idealisme, kita taruh disaku celana saat kepepet. Tapi tetap menghargai nilai dan norma akademis, pakta intelektualitas. Silahkan selesaikan skripsi dengan cara apapun. Jangan overproud kepada publik atas proses skripsi karena skripsi hasil dijoki. Dan juga para joki skripsi bisa menyamarkan diri jangan terlalu kelihatan kalau gak punya duit sampai menggadaikan intelektual 

Patut diacungi jempol disisi lain. Mentalitas seperti itu tidak dimiliki sembarang mahasiswa. Hanya golongan mahasiswa kelas yahud yang berani dengan lantang meneriakkan hidup penjokian skripsi. Mahasiswa tipikal ini bisa jadi moncer kelak saat punya karir. Ikut mengamini tindak pidana korupsi, praktik suap dan jual beli jabatan. Coba aja liat tuh, pejabat yang suka ngawur dan ngelindur dalam bekerja. Bisa jadi skripsinya dijokikan atau justru jokinya skripsi itu sendiri

Toh padahal mengerjakan skripsi itu mudah. Hanya niat dan konsistensi para mahasiswa aja yang menentukan. Kehabisan inspirasi ? ah, itu alibi. Inspirasi mengerjakan skripsi itu mudah didapatkan. Contoh, saat kita melamun sambil meratapi nasib yang gini gini amat datanglah ilham berbuah inspirasi, kadang inspirasi suka datang saat kita terserang mag dan asam lambung, atau saat berak di pom bensin karena kran di sekret organisasi lagi mampet

Banyak toh inspirasi untuk ngerjain skripsi sampai benar benar selesai. Saat karya dicorat coret, disuruh bolak balik revisi sampai mabrur. Tandanya perlu membaca lebih banyak lagi ! Skripsi udah joki, pas selesai ujian skripsi foto foto pake dipos disemua media dengan caption yang mendramatisir. Saat wisuda udah kayak rasanya jadi profesor, eh ternyata malah jadi pengangguran (gak mashyokkk !!!)

Kalau ada yang tau info joki lembur kerja, lagi butuh banget

Kerjaan numpuk !!!

Comments

  1. Langit, bisakah kau membantu kami lulus tanpa skripsi?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Minta lulus kok sama langit ! Sama rektor. Blaen blaen

      Delete
  2. Wess weesss, semasa mahasiswa jadi beban, eehh dalah pas mau purna di kehidupan mahasiswa malah tugas akhir gak ikut" ngerjain paling gak ada yg di ceritain gitu, semisal "aku dulu bro pas skripsi gw di coret" sama dosbing itu sakitnya disini" gitu 😆😆
    Walaupun rasa sakitnya gak se dramatisir seperti yg diceritakan kebanyakan para purna wirawan mahasiswa sih. Hihihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukannya kebanyakan pas selesai sidang foto pake buket, caption "thx, support sistem nih" . Eh ujungnya malah daftar kartu pra kerja ! ahahaha

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Selamat Hari HAM 2021 : Semoga HAM Tidak Terdampak Erupsi

Pasca Aktivis Mahasiswa : Berpolitik Atau Ternak Lele ?