Mengembalikan Buku Pada Tempat Muasalnya Sebagai Jendela Dunia
Oleh : Aan Robi Azis Buku merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan umat manusia. Melalui bukulah perihal kehidupan di masa lalu bisa diketahui pada saat ini. Bahkan kehidupan di masa depanpun bisa diprediksi secara garis besar dari informasi dan pengetahuan yang ada pada buku-buku. Tanggal 23 April telah dicanangkan oleh UNESCO (United Nations, Educational, Scientific and Cultural Organization), sebagai Hari Buku Sedunia (World Book Day). Pertama kali Hari Buku Sedunia ditetapkan oleh UNESCO pada 23 April 1995 yang lalu. Bukan tanpa alasan UNESCO menetapkan tanggal tersebut sebagai hari peringatan bagi objek yang tak bernyawa itu. Pasalnya peranan buku tidak akan pernah lepas dari dari aktivitas keseharian manusia. Baik ranah akademisi ataupun praktisi, tak luput juga segmentasi sosial, budaya, politik, ekonomi pun termuat didalamnya. Di abad yang sering kali kita sebut sebagai abad m...